Posisi Ronald Koeman sebagai manajer Everton dalam Bahaya
Posisi Ronald Koeman sebagai manajer Everton dalam Bahaya

Posisi Ronald Koeman sebagai manajer Everton dalam Bahaya

Posted on
Taruhan Bola Online

Posisi Ronald Koeman sebagai manajer Everton dalam Bahaya – Ronald Koeman dalam posisi genting. Pekerjaannya sebagai manajer Everton terancam menyusul performa buruk timnya belakangan ini. Koeman seperti mendapat angin segar musim panas lalu saat manajemen klub menggelontorkan uang dalam jumlah besar tuk belanja pemain. Total 125 juta pound sterling dikeluarkan tuk memboyong beberapa pemain dengan Glyfi Sigurdsson sebagai pembelian termahal, 40 juta pound.

Posisi Ronald Koeman sebagai manajer Everton dalam Bahaya
Posisi Ronald Koeman sebagai manajer Everton dalam Bahaya

Harapannya Everton tak cuma lagi jadi pengganggu enam besar tapi juga ikut bersaing lolos ke kompetisi Eropa musim depan, terutama Liga Champions. Tapi hasil yang didapat justru berkebalikan 180 derajat. Everton amburadul di mana mereka baru dua kali menang di Premier League dan sudah empat kali kalah dari delapan pekan berlalu. Alhasil Everton kini berada di posisi ke-16, cuma selisih dua poin dari Leicester City di urutan ke-18.

Performa buruk di level domestik berlanjut ke Eropa. walau berhasil tampil di fase grup Liga Europa, Everton tak berdaya menghadapi lawan-lawannya yang terbilang tangguh. Kekalahan 1-2 dari Lyon di Goodison Park, Jumat (20/10/2017) dinihari WIB tadi, membuat tim sekota Liverpool itu terpuruk di juru kunci grup dengan satu poin. Peluang lolos ke 32 besar pun kian sulit karna selisih empat poin dari Lyon di urutan kedua.

Serentetan hasil buruk saat musim baru memasuki bulan Oktober sudah membuat possi Koeman digoyang habis. Manajer asal Belanda itu dianggap tak bisa memikul beban tuk membawa Everton berprestasi musim ini. Posisi Koeman pun kian genting saat Everton harus menghadapi dua lawan berat, yakni Arsenal di liga dan Chelsea di babak keempat Piala Liga Inggris.

“Tentu saja selalu manajer yang disalahkan, apabila tim tak menang dan tim tak tampil bagus walau seharusnya mereka bisa melakukan itu,” ujar Koeman kepada BT Sport.

“Keputusan akhir ada di tangan manajemen, bukan saya. Saya tetap tegar, saya mencoba melakukan apapun dan apabila manajemen berpikir saya bukan orang yang tepat tuk posisi ini, maka mereka akan bicara kepada saya,” sambungnya.

Dewabet Asia