Pelatih Real Madrid Kecewa sebab Madrid Bermain Ceroboh

Pelatih Real Madrid Kecewa sebab Madrid Bermain Ceroboh

Posted on

Pelatih Real Madrid Kecewa sebab Madrid Bermain Ceroboh – Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane sangat kecewa dengan kekalahan timnya di tangan Barcelona. Pelatih Real Madrid menyesalkan banyak sekali peluang yang terbuang dan juga banyaknya kecerobohan timnya. Menjamu Barca di Santiago Bernabeu, Senin (24/4/2017) dinihari WIB, Real Madrid sempat memimpin sebelum akhirnya takluk dengan skor 2-3. El Real menyudahi permainan dengan 10 orang usai Sergio Ramos di ganjar kartu merah pada babak yang kedua.
Pelatih Real Madrid Kecewa sebab Madrid Bermain Ceroboh
Keunggulan Madrid dibuka Casemiro di menit 28, tetapi lima menit berikutnya Los Cules membalas lewat tendangan Lionel Messi. Selepas turun minum, Los Blancos melewatkan sejumlah peluang emas, termasuk dari Karim Benzema maupun Cristiano Ronaldo. Namun, justru Barca sanggup berbalik unggul 2-1 dari sepakan Ivan Rakitic. Kurang dari lima menit usainya, Madrid terpukul usai Ramos diusir dari permainan sebab tekel dua kaki terhadap Messi. Walau begitu, Madrid bisa menyamakan skor lewat pemain pengganti James Rodriguez di lima menit terakhir waktu normal.

Dengan kekurangan jumlah pemain, Madrid terlalu agresif untuk mengejar gol ketiga. Sampai akhirnya, Barca menciptakan gol kemenangan di masa injury time melalui kaki Messi.

“Kami gak bisa senang,” sungut Pelatih Real Madrid di Marca. “Kami telah membuat banyak sekali peluang sepanjang pertandingan. Kami mempunyai banyak peluang menciptakan gol tetapi gak bisa mengendalikan permainan.”

“Ketika Anda gak menghabisi pertandingan, hal ini bisa terjadi, dan terjadilah. Kami kecewa dengan hasilnya. Ketika Anda bisa bangkit tuk menyamakan skor 2-2 dengan 10 pemain, maka Anda harus berpikir sedikit lebih banyak dan bertahan bersama.”

“Lionel Messi membuat perbedaan tuk timnya. Hari ini dia mencetak dua gol, tetapi bukan hanya Messi. Kami gak mengendalikan permainan dengan baik di momen-momen ketika kami bisa merusak lawan kami. Sehingga, ketika Barca melukai kami maka hal itu logis di laga apapun.”

Kekalahan Madrid menjadikan persaingan gelar dengan Barca kian sengit. Kedua tim masih berada di posisi dua teratas dengan sama-sama meraih 75 poin, namun Madrid masih punya satu laga sisa.