Manchester City Cuma Menang lewat Adu Penalti, Pep Guardiola Salahkan Bola
Manchester City Cuma Menang lewat Adu Penalti, Pep Guardiola Salahkan Bola

Manchester City Cuma Menang lewat Adu Penalti, Pep Guardiola Salahkan Bola

Posted on

Manchester City Cuma Menang lewat Adu Penalti, Pep Guardiola Salahkan Bola – Manchester City gagal mencetak gol ke gawang Wolverhampton Wanderers selama 120 menit. Menurut Pep Guardiola, hal ini ada kaitannya dengan bola. Kok bisa?

Manchester City Cuma Menang lewat Adu Penalti, Pep Guardiola Salahkan Bola
Manchester City Cuma Menang lewat Adu Penalti, Pep Guardiola Salahkan Bola

City lolos ke perempatfinal Piala Liga Inggris usai mengalahkan Wolves lewat adu penalti di Etihad Stadium, Rabu (25/10/2017) dinihari WIB. Claudio Bravo jadi pahlawan dalam adu penalti tersebut dan membantu The Citizens menang 4-1.

Laga harus berlanjut ke adu penalti karena skor masih 0-0 hingga berakhirnya extra time. City sebenarnya miliki banyak peluang, tapi tak satu pun yang bisa dimaksimalkan menjadi gol.

SBCC

Guardiola, manajer City, menyebut kegagalan timnya mencetak gol ada hubungannya dengan bola yang digunakan dalam pertandingan ini. Sebagai informasi, Piala Liga Inggris memakai bola Mitre Delta EFL. Bola ini juga dipakai di kompetisi Football League (Divisi Championship, League One, dan League Two).
City Cuma Menang lewat Adu Penalti, Guardiola Salahkan BolaBola yang dipakai di Piala Liga Inggris (Andrew Yates/Reuters)

Para pemain City sendiri terbiasa memakai bola Nike Ordem V di Premier League. Sementara ketika bertanding di Liga Champions, bola yang dipakai adalah Adidas Finale 17.

“Bolanya tak bisa diterima tuk sebuah kompetisi level tinggi. Itu terlalu ringan. Bolanya terus bergerak. Itu bukan bola yang bagus. Mustahil mencetak gol dengan bola semacam itu, dan aku bisa mengatakan itu karena kami menang,” ujar Pep Guardiola seperti dikutip Daily Mail.

“aku tak sedang mencari alasan. Semua pemain aku bilang ‘apa ini’?” katanya.

“Maaf, Carabao Cup, ini bukanlah bola yang serius tuk sebuah kompetisi serius. Ini (tuk) marketing, uang, oke. Tapi, ini tak bisa diterima. Bolanya tak miliki bobot, tak ada sama sekali,” lanjut Guardiola.

Guardiola kemudian ditanya apakah para pemainnya miliki waktu tuk berlatih dengan bola tersebut. “Sehari atau dua hari, tapi bolanya jelek tuk satu atau dua tahun. Semua pemain mengeluh,” kata Pep Guardiola.