Lini Belakang Liverpool Jadi Mimpi Buruk Liverpool
Lini Belakang Liverpool Jadi Mimpi Buruk Liverpool

Lini Belakang Liverpool Jadi Mimpi Buruk Liverpool

Posted on

Lini Belakang Liverpool Jadi Mimpi Buruk Liverpool – Liverpool kalah telak dari Tottenham Hotspur. Lagi-lagi, rapuhnya lini belakang The Reds jadi biang keladi hasil buruk tersebut. Pada laga pekan kesembilan Premier League di Wembley Stadium, Minggu (22/10/2017) malam WIB, Liverpool memang menguasai pertandingan dengan 64 persen ball possesion. Tapi, Spurs lebih mematikan dalam hal serangan serta membuat gol.

Lini Belakang Liverpool Jadi Mimpi Buruk Liverpool
Lini Belakang Liverpool Jadi Mimpi Buruk Liverpool

Dari total 14 attempts yang dibuat Spurs, ada enam yang mengarah ke gawang dan empat di antaranya menjadi gol. Baru tiga menit laga berjalan, Harry Kane sudah menjebol jala Simon Mignolet yang disusul Son Heung-Min di menit ke-12. Mohamed Salah sempat memberi harapan tuk Liverpool saat mencetak gol di menit ke-24. Tapi Dele Alli kemudian membobol lagi gawang Mignolet di masa injury time babak pertama.

Di awal babak kedua, Kane lantas mencetak gol keduanya dan membuat Spurs unggul 4-1 yang bertahan sampai laga usai. Liverpool sendiri seharusnya bsia mencetak lebih dari satu gol mengingat ada tujuh attempts on target. Tapi, lagi-lagi keteledoran Lini Belakang Liverpool jadi senjata makan tuan tuk Liverpool. Dua gol cepat Spurs merupakan blunder Dejan Lovren yang membuatnya ditarik keluar ketika laga berjalan setengah jam.

SBCC

Lalu dua gol sisa Spurs diawali kesalahan Lini Belakang Liverpool termasuk Simon Mignolet dalam membuang bola free kick. Dengan tambahan empat gol ini, gawang Liverpool sudah kebobolan 16 gol dari sembilan pertandingan, bahkan lebih buruk ketimbang Bournemouth (13 gol) yang berada di zona degradasi.

“Secara keseluruhan hasil laga ini ialah kesalahan kami – Tottenham bermain bagus, mereka harus tampil bagus, tapi kami malah memberi jalan tuk mereka,” ujar manajer Liverpool Juergen Klopp di BBC.

“Gol pertama karna lemparan ke dalam dan kami lengah. Pertahanan kami sangat, sangat, sangat buruk. Yang kedua, serangan balik, posisi Dejan Lovren sudah telat ketika bola diumpan,” sambungnya.

“Kami sebenarnya punya kans tuk bangkit setelah gol Salah, tapi lebih baik tak usah membahasnya.”

“Gol ketiga itu benar-benar situasi terbuka. Kami melakukan pelanggaran, lagi-lagi ini salah kami semua. Yang keempat – bola kedua dan bola ketiga tuk Tottenham, mereka lebih bersemangat ketimbang kami.”

“Laga sudah tuntas di sana. Kami mau mencari hasil di sini dan kami sama sekali tak berusaha tuk itu,” tutup Klopp.

Liverpool pun turun ke posisi kesembilan dengan 13 poin, selisih tiga angka dari Chelsea di posisi keempat.